Inovasi Daerah

Bela Dan Beli Produk Rakyat Sendiri

Untuk menyelamatkan UMKM lokal, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menginisiasi program Toko Milik Rakyat (Tomira), dengan tagline “Bela Beli Kulon Progo”. Tomira merupakan model pemberdayaan ekonomi lokal dengan kemasan modern dan menjadi jawaban atas menjamurnya minimarket modern berjejaring di berbagai daerah di Indonesia. Dengan dikeluarkannya Peraturan Dada No 11 tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupaya melindungi pasar tradisional serta menata pusat perbelanjaan modern agar tidak menggerus ekonomi masyarakat setempat. Airku atau “Air Kulonprogo” merupakan merek produk air mineral lokal yang diproduksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sebagai gerakan “Bela dan Beli Kulonprogo”, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggagas untuk memproduksi air minum kemasan secara mandiri dan mewajibkan warganya untuk mengkonsumsi Airku pada saat rapat di kantor, hajatan warga, hingga seluruh kegiatan sekolah. Dalam satu bulan, PDAM Kulonprogo mampu memproduksi air Airku sebanyak 6 juta gelas. Di 2018, PDAM Kulonprogo mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 3,2 miliar, dan ditargetkan pemasukan Airku di 2019 sebesar Rp 15 miliar. Rasda atau Beras Daerah adalah beras daerah hasil produksi petani lokal. Program Rasda ini juga menjadi bagian dari gerakan “Bela dan Beli Kulon Progo”, yaitu kampanye yang mengajak warga agar membeli produk lokal. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan ekonomi petani lokal, serta mencintai dan menggunakan produk beras lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk beras luar negeri. Di Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah mewajibkan Aparatur Sipil Nasional (ASN) untuk membeli 10 kg Rasda setiap bulannya, sehingga produksi beras lokal di Kulon Progo dapat meningkat pesat. Bahkan, kini Badan Umum Logistik (Bulog) juga membeli beras Kulon Progo untuk kebutuhan pasokan raskin di daerah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *